Kenapa Kita Lebih Menyesal Membeli Barang yang Tidak Pernah Dipakai?

Kenapa Kita Lebih Menyesal Membeli Barang yang Tidak Pernah Dipakai?

Pernah membeli sesuatu karena terlihat cantik, sedang diskon, atau terasa seperti “harus punya”... lalu beberapa bulan kemudian barang tersebut masih tersimpan rapi dan hampir tidak pernah digunakan?

Kalau pernah, kamu tidak sendirian.

Menariknya, rasa menyesal setelah berbelanja ternyata tidak selalu berkaitan dengan seberapa mahal harga sebuah produk. Sering kali, justru barang yang jarang kita gunakan yang membuat kita merasa paling tidak worth it.

Tapi kenapa bisa begitu?

Kita Tidak Hanya Membeli Barang, Kita Membeli Harapan

Ketika membeli sebuah fashion item, sebenarnya kita tidak hanya membeli produknya.

Kita juga membeli bayangan tentang bagaimana kita akan menggunakannya.

Misalnya, membeli sepatu cantik dengan membayangkan akan menggunakannya ke berbagai acara. Atau membeli tas karena membayangkan tas tersebut akan menjadi bagian dari banyak outfit.

Namun, ketika kenyataannya produk tersebut hanya tersimpan di lemari, ada jarak antara ekspektasi dan realita.

Dan dari situlah rasa menyesal bisa muncul.

“Murah” Tidak Selalu Berarti Hemat

Diskon memang menarik.

Melihat harga yang turun dari Rp1.000.000 menjadi Rp500.000 bisa membuat kita merasa telah menghemat Rp500.000.

Tetapi coba lihat dari perspektif yang berbeda.

Jika barang seharga Rp500.000 tersebut hanya digunakan satu kali, sebenarnya kita telah mengeluarkan Rp500.000 untuk satu kali penggunaan.

Sementara fashion item yang sedikit lebih mahal tetapi digunakan puluhan kali bisa memiliki cost per wear yang jauh lebih rendah.

Jadi, pertanyaannya bukan hanya:

“Berapa banyak uang yang aku hemat?”

Tetapi juga:

“Seberapa sering aku akan menggunakan barang ini?”

Kenapa Barang yang Jarang Dipakai Terasa Lebih “Mahal”?

Bayangkan kamu memiliki dua pasang sepatu.

Sepatu A seharga Rp500.000 dan hanya digunakan dua kali.

Sepatu B seharga Rp1.000.000 dan digunakan 50 kali.

Secara nominal, Sepatu B memang lebih mahal.

Tetapi jika dihitung berdasarkan penggunaan:

Sepatu A: Rp500.000 ÷ 2 = Rp250.000 per pemakaian.

Sepatu B: Rp1.000.000 ÷ 50 = Rp20.000 per pemakaian.

Ternyata, harga awal bukan selalu gambaran sebenarnya tentang seberapa “mahal” sebuah produk.

Frequency of use matters.

Semakin sering sebuah produk digunakan, semakin besar value yang kita dapatkan dari pembelian tersebut.

Kita Cenderung Lebih Menghargai Barang yang Benar-Benar Digunakan

Ada kepuasan tersendiri ketika membuka lemari dan menemukan fashion item yang selalu menjadi pilihan.

Sepatu yang hampir selalu cocok dengan outfit.

Tas yang bisa digunakan untuk berbagai occasion.

Jaket yang selalu menjadi pilihan ketika bepergian.

Barang-barang seperti ini mungkin bukan yang paling mahal di dalam wardrobe, tetapi justru bisa menjadi yang paling bernilai karena memiliki peran nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah mengapa utility dan versatility menjadi semakin penting dalam cara kita berbelanja.

“Aku Suka” dan “Aku Akan Memakainya” Adalah Dua Hal yang Berbeda

Ini mungkin salah satu pertanyaan paling penting sebelum membeli fashion item.

“Apakah aku suka?”

Dan:

“Apakah aku akan sering memakainya?”

Jawabannya belum tentu sama.

Kita bisa sangat menyukai sebuah desain, tetapi ternyata tidak memiliki banyak kesempatan untuk menggunakannya.

Sebaliknya, ada produk yang terlihat sederhana tetapi akhirnya menjadi salah satu barang yang paling sering kita gunakan.

Bukan berarti kita tidak boleh membeli sesuatu hanya karena kita menyukainya. Fashion tetap harus menyenangkan.

Namun, menyadari perbedaan antara desire dan actual use dapat membantu kita membuat keputusan belanja yang lebih mindful.

Fashion yang Versatile Bisa Memberikan Lebih Banyak Value

Salah satu cara membuat fashion purchase terasa lebih worthwhile adalah memilih item yang mudah digunakan dalam berbagai situasi.

Bayangkan sebuah pair of wedges yang bisa digunakan untuk:

  • Office meeting
  • Brunch bersama teman
  • Family gathering
  • Dinner
  • Special occasions
  • Weekend outings

Satu produk bisa memiliki banyak fungsi tanpa harus mengorbankan personal style.

Inilah yang membuat versatility menjadi salah satu bentuk value dalam fashion.

Jadi, Apakah Kita Harus Berhenti Membeli?

Tentu tidak.

Menjadi smart shopper bukan berarti kita harus selalu memilih produk termurah atau berhenti membeli sesuatu yang kita sukai.


Justru, mindful shopping berarti memahami mengapa kita membeli sesuatu dan seberapa besar kemungkinan produk tersebut benar-benar menjadi bagian dari hidup kita.

Sebelum checkout, coba tanyakan:

Apakah aku benar-benar menyukainya?

Berapa kali kemungkinan aku akan menggunakannya?

Apakah bisa dipadukan dengan barang yang sudah aku punya?

Apakah produk ini cocok dengan lifestyle-ku?

Apakah kualitas dan kenyamanannya sepadan dengan harganya?

Kalau sebagian besar jawabannya adalah “yes”, kemungkinan besar pembelian tersebut akan memberikan value yang lebih baik dalam jangka panjang.

Karena Barang Terbaik Bukan yang Paling Mahal

Pada akhirnya, fashion item yang paling bernilai bukan selalu yang memiliki harga paling tinggi.

Bukan juga yang sedang paling viral.

Tetapi mungkin justru barang yang paling sering kamu gunakan, paling mudah dipadukan, paling nyaman, dan selalu terasa tepat ketika kamu membutuhkannya.

Karena sebuah barang baru benar-benar memiliki value ketika ia tidak hanya tinggal di dalam lemari.

It gets used. It becomes part of your life.

Dan mungkin, itulah definisi sederhana dari “worth it.”

MAMASOUL: Made to Be Worn

Bagi MAMASOUL, fashion seharusnya bukan hanya tentang memiliki sesuatu yang indah.

Sebuah pair of wedges juga harus mampu mengikuti berbagai momen dalam kehidupan perempuan modern dari aktivitas profesional hingga waktu bersama orang-orang tersayang.

Karena ketika desain yang elegan bertemu dengan kenyamanan dan versatility, sebuah fashion item memiliki kesempatan untuk menjadi sesuatu yang benar-benar digunakan, bukan hanya disimpan.

Because the best fashion isn't the one that stays in your closet. It's the one that keeps going with you.